Kamis, 31 Agustus 2023

PERINTAH YANG TIDAK BERUBAH

Bacaan: Matius 28:16-20
NATS: Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem ... dan sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8)

Pemakaman Prajurit Tak Dikenal Taman Makam Nasional Arlington, Washington, DC, dijaga 24 jam tanpa henti oleh seorang prajurit. Kemudian setelah 365 hari, seorang prajurit baru melapor bahwa ia siap menggantikan prajurit sebelumnya. Setibanya di makam, ia menerima perintah dari penjaga yang lama. Kata-kata yang diteruskan selalu sama: "Perintah Tidak Berubah."

Hal yang sama juga terjadi pada perintah yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya. Sesaat sebelum naik ke surga, Dia berkata kepada para pengikut-Nya, "Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kisah Para Rasul 1:8). Dia juga berkata, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku" (Matius 28:19).

Sejak itu, dari orang Kristen yang satu kepada yang lain, dari generasi ke generasi, kabar baik tentang Yesus Kristus terus dinyatakan. Kita pun harus selalu mengabarkan kepada orang lain bahwa Dia adalah Putra Allah, bahwa Dia mati untuk menebus dosa-dosa kita, dan bahwa keselamatan diberikan kepada mereka yang beriman dalam Dia. Lalu, setelah kita melakukan tugas yang diberikan dan memuridkan orang-orang percaya baru, kita pun harus meneruskan perintah yang sama kepada mereka untuk menginjili orang-orang yang terhilang.

Ada begitu banyak perubahan terjadi selama hampir 2.000 tahun sejak Yesus memilih murid-murid-Nya yang pertama dan membangun gereja mula-mula. Namun berkenaan dengan perintah untuk menyebarkan kabar baik tentang Kristus, kata-kata ini masih tetap berlaku: "Perintah tidak berubah" --DCE


JAGALAH IMANMU-TETAPI JANGAN SIMPAN UNTUK DIRI SENDIRI SAJA

post by @evanjkarsten

Selasa, 29 Agustus 2023

LOTENG HANYA UNTUK TIKUS


Bacaan: Mazmur 145:1-10
NATS: Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan (Mazmur 145:21)

Saya membaca kisah tentang seorang pria muda yang dikeluarkan dari Universitas Michigan karena gagal dalam ujian. Hal itu membuatnya sangat malu, sehingga ia memutuskan untuk menghilang. Selama empat tahun ia bersembunyi di sebuah loteng tak terpakai dari gereja yang ada di dekat rumahnya. Ia terus menyembunyikan diri di situ dan hanya berkeliaran pada malam hari, serta hidup hanya dari makanan serta air yang didapatnya dari dapur gereja. Ia tidak pernah meninggalkan gedung atau berbicara dengan siapa pun. Tak seorang pun curiga bahwa ia ada di sana. Suatu hari, sebuah kesalahan kecil menyebabkan ia ketahuan. Anak muda itu secara tak sengaja membuat suara gaduh sehingga polisi pun dipanggil. Akhirnya ia ditemukan.

Mahasiswa itu mengingatkan saya akan banyak orang percaya dalam Kristus yang juga diliputi rasa gagal atau malu. Mereka ragu-ragu untuk memihak Tuhan, bahkan mungkin mencoba menyembunyikan kenyataan bahwa mereka orang Kristen. Alangkah bedanya dengan pemazmur yang secara terbuka memuji Allah atas kebaikan dan kebesaran-Nya (Mazmur 145:21). Hubungannya dengan Tuhan sedemikian indah sehingga ia tak dapat menyembunyikannya.

Apakah Anda juga tengah menarik diri ke "loteng kesunyian," dan tidak mau dikenal sebagai pengikut Kristus? Jika ya, akuilah ketakutan Anda kepada Allah dan mintalah keberanian untuk bercerita kepada orang lain tentang keselamatan luar biasa yang telah Dia sediakan bagi kita.

Ingatlah, loteng tak terpakai hanya didiami tikus, bukan manusia!-MRD II


IMAN YANG BERHARGA UNTUK DIMILIKI
ADALAH IMAN YANG BERHARGA UNTUK DIBAGIKAN
post by @evanjkarsten

Senin, 28 Agustus 2023

KEKERINGAN ROHANI

Bacaan: Ibrani 11:8-16
NATS: Karena iman...Sarah...menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat (Ibrani 11:11)

Abraham memiliki iman yang menguatkannya untuk meninggalkan tanah kelahirannya dan diam di tanah yang asing (Ibrani 11:8-9). Tetapi walaupun Allah telah berjanji hendak membuatnya menjadi "bangsa yang besar" dengan memberinya keturunan sebanyak pasir di pantai (Kejadian 12:1-2), Sarah, istrinya, tetap mandul selama bertahun-tahun (16:1).

Karena itulah, Abraham menerima saran Sarah untuk mempunyai anak dari pembantunya, Hagar (ayat 2-4). Namun Allah meneguhkan kembali janji-Nya bahwa Dia akan memberi Abraham dan Sarah seorang anak laki-laki mereka sendiri (17:15-22). Mereka harus belajar menanti pemenuhan janji Allah dengan iman (Kejadian 21:1-3; Ibrani 11:11).

Para pengikut Kristus menghadapi ujian iman yang sama. Kita mengetahui bahwa Allah ingin menumbuhkan benih rohani melalui kita, tetapi sebaliknya kita sendiri justru mengalami kekeringan rohani. Bahkan kadangkala itu terjadi setelah bertahun-tahun kita mengetahui bahwa Tuhan adalah sang Juruselamat dan setelah kita mencoba bersaksi bagi Kristus. Pada saat itu kita seolah berkata, "Saya mandul. Saya tak dapat memenangkan jiwa." Kita menjadi putus asa dan iman kita menjadi lemah sehingga kita tak mampu bersaksi kepada orang lain.

Bersaksi tentang Kristus pada akhirnya menyangkut masalah iman. Allah yang menjanjikan seorang anak kepada Abraham, juga telah meminta kita untuk mewartakan Injil (Matius 28:19-20; Kisah Para Rasul 1:8). Kita cukup melakukannya dengan setia, dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya --DC


KITA YANG MENABUR BENIH
TETAPI ALLAH YANG MEMBERI TUAIANNYA
post by @evanjkarsten

Jumat, 25 Agustus 2023

PEMUAS DAHAGA

 Bacaan: Yeremia 2:1-13

NATS: Umat-Ku meninggalkan Aku, sumber air yang hidup (Yeremia 2:13)


Banyak orang di seluruh dunia datang kepada Yesus Kristus untuk mendapat keselamatan. Sementara itu yang lain menolak Dia dan mencari kedamaian dan pemenuhan rohani dari sumber lain.


Ketika sedang melakukan beberapa riset, saya membaca sebuah artikel dari New Age Journal (Jurnal Gerakan Zaman Baru). Saya memperhatikan bahwa para penulis dalan jurnal tersebut mendukung keanekaragaman agama-agama panteistik (menyembah semua allah). Mereka menyatakan percaya pada reinkarnasi, mendukung aktivitas-aktivitas fisik yang bersifat mistik, dan bahkan sangat menganjurkan untuk menyembah para dewi penyembah berhala. Sebagian artikel memang menyebut tentang Alkitab dan Yesus, tetapi tak seorang penulis pun yang memandang Kitab Suci sebagai firman Allah atau Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.


Banyak orang Israel pada zaman Yeremia berbalik dari mempercayai satu-satunya Allah yang hidup dan benar kepada kepercayaan-kepercayaan religius yang sangat mirip dengan yang dianjurkan para penulis Gerakan Zaman Baru itu. Yeremia memandang mereka sebagai orang-orang yang telah meninggalkan sumber air yang hidup dan menggali kolam bocor yang tidak dapat menahan air (2:13).


Para allah teologi Gerakan Zaman Baru adalah para allah yang mati dan tidak berharga. Mereka tidak dapat memuaskan dahaga jiwa kita untuk mengenal satu-satunya Allah yang benar. Para allah tersebut tidak dapat mengampuni dosa atau memberikan jaminan masuk surga. Hanya Yesus yang dapat melakukan semua itu.


Minumlah Air Hidup itu, dan bawalah sesama kita kepada-Nya juga. Hanya Yesus yang dapat memuaskan dahaga jiwa kita-HVL



HANYA YESUS SANG AIR HIDUP

YANG DAPAT MEMUASKAN DAHAGA JIWA KITA AKAN ALLAH

TANGAN-NYA, HATI-NYA

 Bacaan: Mazmur 13

NATS: Kepada kasih setia-Mu aku percaya .... Aku mau menyanyi untuk Tuhan (Mazmur 13:6)


Kadangkala Allah tidak langsung mengabulkan doa permohonan kita. Bila itu terjadi, maka setelah beberapa waktu kita mulai merasa seperti sang pemazmur yang berkata, "Berapa lama lagi, Tuhan, Kaulupakan aku terus-menerus?" (Mazmur 13:2).


Saya pernah merasa seperti itu saat suatu kali saya datang kepada Allah, mengakui dosa saya, dan memohon pengampunan serta sukacita yang diperbarui. Waktu itu sepertinya telinga Allah tertutup terhadap ratapan saya. Namun setelah terus berdoa dan menunggu cukup lama, akhirnya saya mendapatkan kembali sukacita yang saya cari.


Dalam Yohanes 11 kita membaca bahwa Maria dan Marta memanggil Yesus untuk datang karena saudara laki-laki mereka, Lazarus, sedang sakit keras (ayat 1-44). Namun Allah menunda kedatangan-Nya sampai Lazarus meninggal. Akan tetapi saat Yesus datang kemudian, Dia memberi mereka pengertian yang baru tentang kasih dan kuasa-Nya.


Menurut Anda, mengapa Allah sering menunda jawaban-Nya atau menolak permohonan kita? Saya rasa jawabannya demikian: Tatkala Allah menahan tangan-Nya untuk menolong, Dia ingin kita melihat hati-Nya. Dengan kata lain, Dia ingin kita belajar lebih banyak tentang kebaikan dan kasih-Nya, dan lebih mempercayai-Nya untuk melakukan yang terbaik bagi kita.


Jika Dia belum menjawab sebuah permohonan yang sangat penting bagi Anda, bersabarlah. Tetaplah memohon dan percaya. Mungkin Dia ingin Anda melihat hati-Nya dan mendapatkan pengertian yang baru akan kebijaksanaan dan kasih-Nya --DCE



JIKA ALLAH MENAHAN TANGAN-NYA UNTUK MENOLONG

PERCAYALAH AKAN MAKSUD HATI-NYA

Rabu, 23 Agustus 2023

MENJAGA LIDAH

Bacaan: Yakobus 3:1-12

NATS: Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! (Mazmur 141:3).



Waktu itu Bernard Baruch adalah seorang pengusaha muda yang ambisius. Ia mengajak seorang konglomerat bernama J P. Morgan untuk bekerjasama dalam usaha pertambangan belerang di Texas. Para ahli geologi melaporkan bahwa proyek tersebut akan menguntungkan, meski dengan beberapa risiko. Morgan sangat tertarik, sampai tiba-tiba Baruch berkata, "Anda pasti pernah berjudi dengan taruhan yang lebih besar dari semua risiko ini."


Morgan menatapnya tajam, kemudian menjawab dengan nada dingin, "Saya tidak pernah berjudi." Kata berjudi itu telah menggagalkan perjanjian kerjasama tersebut. Morgan beranggapan bahwa menanam modal merupakan hal yang terhormat, sedangkan berjudi itu suatu dosa.


Jika satu kata, yang terucap spontan dapat menimbulkan kerugian miliaran rupiah, renungkanlah kerugian yang dapat ditimbulkan oleh kata-kata pedas. Kata-kata semacam itu dapat menghancurkan reputasi seseorang dan merusak hubungan yang paling dekat sekalipun.


Karena itu, tidaklah berlebihan bila Yakobus memperingatkan kita tentang kekuatan lidah. Ia mengatakan bahwa lebih mudah mengekang seekor kuda, mengendalikan sebuah kapal yang besar, dan menjinakkan segala jenis binatang seperti burung, binatang melata, dan binatang-binatang laut, daripada mengendalikan lidah (3:3-8). Ia menyebut lidah sebagai "api" yang dinyalakan oleh api neraka sendiri (ayat 6), dan "sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan" (ayat 8).


Alangkah bijaksana bila setiap hari kita berdoa, "Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku" (Mazmur 141:3)--HWR



Lord, set a watch upon my lips,

My tongue control today;

Help me evaluate each thought

And guard each word I say. --Hess



BERBICARA TANPA BERPIKIR BAGAIKAN MENEMBAK TANPA SASARAN

Selasa, 22 Agustus 2023

AKU DATANG

 Bacaan: Mazmur 23

NATS: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya (Mazmur 23:4)


Saat baru berusia 10 tahun, saya memanjat sebuah pohon cemara besar yang tumbuh di pekarangan rumah. Saya melompat, meraih dahan yang paling atas sehingga tubuh saya pun ikut terangkat. Namun tiba-tiba saja ujung dahan yang sudah tua itu patah hingga saya jatuh ke tanah dan mendarat dengan posisi telentang. Saya hampir tidak bisa bernapas saat itu. Sewaktu napas saya terengah-engah, saya pikir saya akan mati, tetapi saya tidak merasa takut. Malah saya masih bisa berpikir, ah, saya akan ke surga! Sesaat sebelum tak sadarkan diri, saya berkata, "Bapa, saya datang."


Pada saat peristiwa itu terjadi, rupanya Ayah sedang membaca di bawah sebuah pohon tidak jauh dari pohon yang saya panjat dan mendengar saya terjatuh. Karenanya Ayah segera berlari menghampiri, mengangkat, dan membawa saya masuk rumah. Betapa terkejutnya saya saat membuka mata, karena saya ternyata sedang terbaring di tempat tidur, dan bukan disurga!


Pengalaman tersebut mengajar saya sejak masih sangat muda bahwa orang-orang Kristen tetap dapat memiliki kedamaian walau dalam lembah kekelaman [bayang-bayang kematian]. Bagi orang-orang percaya, "beralih dari tubuh ini berarti menetap pada Tuhan" (2 Korintus 5:8). Sebagai anak-anak Allah, setiap hari kita bisa hidup dengan jaminan bahwa kita tetap milik Tuhan, baik hidup ataupun mati.


Jika Anda mengenal Kristus sebagai Juruselamat pribadi, Anda pun dapat merasakan suatu kedamaian yang luar biasa, walau Anda sedang berjalan melewati lembah kekelaman (Mazmur 23:4)-RWD



JIKA ANDA HIDUP DEMI KEKEKALAN

ANDA AKAN MENINGGAL DALAM KEDAMAIAN

Renungan Harian

"ANDA MENGASIHI YESUS?"

Bacaan: Kisah Para Rasul 8:26-40 NATS: Mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya (Kisah Par...