post by @evanjkarsten
Kamis, 31 Agustus 2023
PERINTAH YANG TIDAK BERUBAH
post by @evanjkarsten
Selasa, 29 Agustus 2023
LOTENG HANYA UNTUK TIKUS
Senin, 28 Agustus 2023
KEKERINGAN ROHANI
Jumat, 25 Agustus 2023
PEMUAS DAHAGA
Bacaan: Yeremia 2:1-13
NATS: Umat-Ku meninggalkan Aku, sumber air yang hidup (Yeremia 2:13)
Banyak orang di seluruh dunia datang kepada Yesus Kristus untuk mendapat keselamatan. Sementara itu yang lain menolak Dia dan mencari kedamaian dan pemenuhan rohani dari sumber lain.
Ketika sedang melakukan beberapa riset, saya membaca sebuah artikel dari New Age Journal (Jurnal Gerakan Zaman Baru). Saya memperhatikan bahwa para penulis dalan jurnal tersebut mendukung keanekaragaman agama-agama panteistik (menyembah semua allah). Mereka menyatakan percaya pada reinkarnasi, mendukung aktivitas-aktivitas fisik yang bersifat mistik, dan bahkan sangat menganjurkan untuk menyembah para dewi penyembah berhala. Sebagian artikel memang menyebut tentang Alkitab dan Yesus, tetapi tak seorang penulis pun yang memandang Kitab Suci sebagai firman Allah atau Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
Banyak orang Israel pada zaman Yeremia berbalik dari mempercayai satu-satunya Allah yang hidup dan benar kepada kepercayaan-kepercayaan religius yang sangat mirip dengan yang dianjurkan para penulis Gerakan Zaman Baru itu. Yeremia memandang mereka sebagai orang-orang yang telah meninggalkan sumber air yang hidup dan menggali kolam bocor yang tidak dapat menahan air (2:13).
Para allah teologi Gerakan Zaman Baru adalah para allah yang mati dan tidak berharga. Mereka tidak dapat memuaskan dahaga jiwa kita untuk mengenal satu-satunya Allah yang benar. Para allah tersebut tidak dapat mengampuni dosa atau memberikan jaminan masuk surga. Hanya Yesus yang dapat melakukan semua itu.
Minumlah Air Hidup itu, dan bawalah sesama kita kepada-Nya juga. Hanya Yesus yang dapat memuaskan dahaga jiwa kita-HVL
HANYA YESUS SANG AIR HIDUP
YANG DAPAT MEMUASKAN DAHAGA JIWA KITA AKAN ALLAH
TANGAN-NYA, HATI-NYA
Bacaan: Mazmur 13
NATS: Kepada kasih setia-Mu aku percaya .... Aku mau menyanyi untuk Tuhan (Mazmur 13:6)
Kadangkala Allah tidak langsung mengabulkan doa permohonan kita. Bila itu terjadi, maka setelah beberapa waktu kita mulai merasa seperti sang pemazmur yang berkata, "Berapa lama lagi, Tuhan, Kaulupakan aku terus-menerus?" (Mazmur 13:2).
Saya pernah merasa seperti itu saat suatu kali saya datang kepada Allah, mengakui dosa saya, dan memohon pengampunan serta sukacita yang diperbarui. Waktu itu sepertinya telinga Allah tertutup terhadap ratapan saya. Namun setelah terus berdoa dan menunggu cukup lama, akhirnya saya mendapatkan kembali sukacita yang saya cari.
Dalam Yohanes 11 kita membaca bahwa Maria dan Marta memanggil Yesus untuk datang karena saudara laki-laki mereka, Lazarus, sedang sakit keras (ayat 1-44). Namun Allah menunda kedatangan-Nya sampai Lazarus meninggal. Akan tetapi saat Yesus datang kemudian, Dia memberi mereka pengertian yang baru tentang kasih dan kuasa-Nya.
Menurut Anda, mengapa Allah sering menunda jawaban-Nya atau menolak permohonan kita? Saya rasa jawabannya demikian: Tatkala Allah menahan tangan-Nya untuk menolong, Dia ingin kita melihat hati-Nya. Dengan kata lain, Dia ingin kita belajar lebih banyak tentang kebaikan dan kasih-Nya, dan lebih mempercayai-Nya untuk melakukan yang terbaik bagi kita.
Jika Dia belum menjawab sebuah permohonan yang sangat penting bagi Anda, bersabarlah. Tetaplah memohon dan percaya. Mungkin Dia ingin Anda melihat hati-Nya dan mendapatkan pengertian yang baru akan kebijaksanaan dan kasih-Nya --DCE
JIKA ALLAH MENAHAN TANGAN-NYA UNTUK MENOLONG
PERCAYALAH AKAN MAKSUD HATI-NYA
Rabu, 23 Agustus 2023
MENJAGA LIDAH
Bacaan: Yakobus 3:1-12
NATS: Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! (Mazmur 141:3).
Waktu itu Bernard Baruch adalah seorang pengusaha muda yang ambisius. Ia mengajak seorang konglomerat bernama J P. Morgan untuk bekerjasama dalam usaha pertambangan belerang di Texas. Para ahli geologi melaporkan bahwa proyek tersebut akan menguntungkan, meski dengan beberapa risiko. Morgan sangat tertarik, sampai tiba-tiba Baruch berkata, "Anda pasti pernah berjudi dengan taruhan yang lebih besar dari semua risiko ini."
Morgan menatapnya tajam, kemudian menjawab dengan nada dingin, "Saya tidak pernah berjudi." Kata berjudi itu telah menggagalkan perjanjian kerjasama tersebut. Morgan beranggapan bahwa menanam modal merupakan hal yang terhormat, sedangkan berjudi itu suatu dosa.
Jika satu kata, yang terucap spontan dapat menimbulkan kerugian miliaran rupiah, renungkanlah kerugian yang dapat ditimbulkan oleh kata-kata pedas. Kata-kata semacam itu dapat menghancurkan reputasi seseorang dan merusak hubungan yang paling dekat sekalipun.
Karena itu, tidaklah berlebihan bila Yakobus memperingatkan kita tentang kekuatan lidah. Ia mengatakan bahwa lebih mudah mengekang seekor kuda, mengendalikan sebuah kapal yang besar, dan menjinakkan segala jenis binatang seperti burung, binatang melata, dan binatang-binatang laut, daripada mengendalikan lidah (3:3-8). Ia menyebut lidah sebagai "api" yang dinyalakan oleh api neraka sendiri (ayat 6), dan "sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan" (ayat 8).
Alangkah bijaksana bila setiap hari kita berdoa, "Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku" (Mazmur 141:3)--HWR
Lord, set a watch upon my lips,
My tongue control today;
Help me evaluate each thought
And guard each word I say. --Hess
BERBICARA TANPA BERPIKIR BAGAIKAN MENEMBAK TANPA SASARAN
Selasa, 22 Agustus 2023
AKU DATANG
Bacaan: Mazmur 23
NATS: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya (Mazmur 23:4)
Saat baru berusia 10 tahun, saya memanjat sebuah pohon cemara besar yang tumbuh di pekarangan rumah. Saya melompat, meraih dahan yang paling atas sehingga tubuh saya pun ikut terangkat. Namun tiba-tiba saja ujung dahan yang sudah tua itu patah hingga saya jatuh ke tanah dan mendarat dengan posisi telentang. Saya hampir tidak bisa bernapas saat itu. Sewaktu napas saya terengah-engah, saya pikir saya akan mati, tetapi saya tidak merasa takut. Malah saya masih bisa berpikir, ah, saya akan ke surga! Sesaat sebelum tak sadarkan diri, saya berkata, "Bapa, saya datang."
Pada saat peristiwa itu terjadi, rupanya Ayah sedang membaca di bawah sebuah pohon tidak jauh dari pohon yang saya panjat dan mendengar saya terjatuh. Karenanya Ayah segera berlari menghampiri, mengangkat, dan membawa saya masuk rumah. Betapa terkejutnya saya saat membuka mata, karena saya ternyata sedang terbaring di tempat tidur, dan bukan disurga!
Pengalaman tersebut mengajar saya sejak masih sangat muda bahwa orang-orang Kristen tetap dapat memiliki kedamaian walau dalam lembah kekelaman [bayang-bayang kematian]. Bagi orang-orang percaya, "beralih dari tubuh ini berarti menetap pada Tuhan" (2 Korintus 5:8). Sebagai anak-anak Allah, setiap hari kita bisa hidup dengan jaminan bahwa kita tetap milik Tuhan, baik hidup ataupun mati.
Jika Anda mengenal Kristus sebagai Juruselamat pribadi, Anda pun dapat merasakan suatu kedamaian yang luar biasa, walau Anda sedang berjalan melewati lembah kekelaman (Mazmur 23:4)-RWD
JIKA ANDA HIDUP DEMI KEKEKALAN
ANDA AKAN MENINGGAL DALAM KEDAMAIAN
Renungan Harian
"ANDA MENGASIHI YESUS?"
Bacaan: Kisah Para Rasul 8:26-40 NATS: Mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya (Kisah Par...
-
Bacaan: Mazmur 23 NATS: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya (Mazmur 23:4) Saat baru berusia 10 tahun, say...
-
Bacaan: Kolose 1:9-14 NATS: Kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia ( Filipi 2:15) Sebagian dari kita mungkin sulit...

